Bila Anda ingin mengetahui cita rasa kopi mula-mula, cobalah untuk mencicipi Kopi Turki. Nama “Kopi Turki” sebenarnya bukan mengacu pada jenis kopi, melainkan metode seduh kopi ala Turki. Ciri khas dari metode seduh ini adalah menggunakan pot tembaga bernama cezva atau ibrik. Alat ini telah digunakan untuk menyeduh kopi di Turki sejak abad ke-15.

Kopi Turki merupakan salah satu metode penyeduhan kopi tertua di dunia. Hal ini berkaitan dengan sejarah Turki yang masuk dalam daftar negara penerima biji kopi pertama kali, setelah kopi ditemukan pertama kali di Ethiopia pada abad ke-11. Dilansir dari sbs.com, kopi kemungkinan mencapai Turki sekitar pertengahan tahun 1.500-an dan pada periode inilah kedai kopi pertama juga dimulai.

Kedai kopi pertama di Istanbul dibuka pada 1554, dan dimiliki oleh dua pria bernama Hakem dan Sems. Terletak di distrik Tahtakale yang dikenal sebagai pusat komersial, kedai kopi ini langsung menjadi tempat favorit untuk nongkrong. Kebanyakan dari mereka adalah pelancong, pedagang, buruh harian, dan pelaut.

Sejak dahulu hingga sekarang, metode seduh Kopi Turki tidak banyak mengalami perubahan. Sehingga dalam penyajian dan cita rasa kopi masih autentik. Setelah diseduh, kopi disajikan pada cangkir kecil yang biasa digunakan untuk espresso.

Kopi Turki dengan Ibrik
Kopi Turki yang baru dituang dari ibrik dalam 2 cangkir kecil. (Pixabay/Glavo)

Saat kopi dari Ibrik dituang ke dalam cangkir, aromanya yang kuat akan segera memenuhi ruangan. Kopi ini memiliki warna hitam pekat, kental, dan rasa yang strong. Pada sesapan terakhir, ampasnya akan terlihat tebal dan berlumpur.

Cara Membuat Kopi Turki

Tertarik untuk merasakan cita rasa kopi abad ke-15? Anda tak harus jauh-jauh ke Turki, sebab Anda bisa menyeduhnya sendiri di rumah. Ada dua hal yang perlu dipersiapkan dengan baik, yaitu biji kopi yang telah digiling sangat halus dan pot tembaga khusus bernama cezva atau ibrik.

Kopi Ibrik
Ibrik yang dipanaskan menggunakan pasir. (ranselatte.com/Lastboy Tahara S)

Untuk memanaskan ibrik, Anda bisa menggunakan kompor api, kompor listrik, atau pasir. Dilansir dari baristrainstitute.com, jika menggunakan pasir, ibrik dikubur dalam pasir panas dengan suhu sekitar 300 derajat celcius. Bila menggunakan kompor api, cukup panaskan dengan api sedang. Lalu untuk kompor listrik, atur suhu dengan panas sedang.

Berikut resep Kopi Turki yang dilansir dari thespruceeats.com:

Bahan:

  • 1 cangkir air dingin
  • 1 sendok makan biji kopi yang telah digiling sangat halus
  • 1/8 sendok teh kapulaga
  • Gula

Tahapan membuat Kopi Turki:

  1. Panaskan air dan gula dalam ibrik. Jika Anda tidak memiliki ibrik, bisa menggunakan panci berukuran kecil.
  2. Setelah mendidih, angkat Ibrik dari api dan tambahkan kopi beserta kapulaga.
  3. Panaskan kembali kopi dalam ibrik. Saat kopi mulai berbusa, segera angkat untuk menurunkan suhu panasnya.
  4. Ulangi tahap ketiga sekali lagi.
  5. Terakhir, tuang kopi ke dalam 2 gelas demitasse (cangkir kecil untuk espresso), dan diamkan selama beberapa menit agar ampas kopi mengendap di bagian bawah cangkir. Kopi juga bisa disajikan dengan kapulaga polong jika ingin menambah rasa.

Dengan diseduh tanpa menggunakan sistem filter atau saring, bubuk kopi yang tidak larut masih tersisa di dalam cangkir. Supaya tidak tersedak saat menyesapnya, Anda perlu mengaduk kopi secara perlahan saat baru disajikan. Tunggulah hingga ampas kopi turun ke dasar cangkir. Setelah itu sesap kopi secara perlahan dan nikmati cita rasa Kopi Turki yang khas.

2 thoughts on “Temukan Cita Rasa Kopi Abad ke-15 dalam Kopi Turki

  1. Saya juga salah satu penikmat kopi,
    Sebagai teman saat ngeblog hehe, klo nggak ada kopi nggak asik
    Tapi belum pernah merasakan kopi turki, patut di coba deh, barangkali cocok dg rasanya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *