Sore itu saya ingin bertemu teman di sebuah kantor di kawasan Palmerah Barat. Sayangnya saya datang terlalu awal dan teman saya tidak bisa ditemui lebih cepat karena masih sibuk. Daripada bengong, saya kemudian melipir ke kafe terdekat, Collita Cafe.

Dari kejauhan kafe ini bisa dikenali dengan dindingnya yang bercat hitam dengan lukisan berupa jenis-jenis kopi. Di luar terdapat beberapa bangku panjang di kanan dan kirinya. Saat memasuki kafe, ruangannya tidak begitu luas, tapi saya suka dengan interiornya.

Pada bagian dinding terpampang rak berisi aneka bakery yang ditata apik. Kemudian ada beberapa tempat duduk dengan sofa dan kursi kayu. Sampai di coffee bar saya melihat mesin espresso La Marzocco Linea Mini berwarna kuning. Ukurannya yang mungil tampak elegan bertengger di sudut meja bersama mesin grinder kopi Victoria Arduino.

Roti Collita Cafe
Suasana indoor di Collita Cafe dengan aneka bakery dipajang di rak dan lemari kaca. Jika bakery baru keluar dari oven, terkadang sekeliling ruangan menjadi beraroma manis. (Ranselatte/Lastboy Tahara S)
Collita Cafe Bakery
Harga bakery sekitar Rp 8 ribu hingga Rp 15 ribu. (Ranselatte/Lastboy Tahara S)

Di depan coffee bar saya saya kemudian meraih kertas menu untuk memesan kopi. Menu yang tersedia di antaranya Espresso, Cappuccino, Caffe Latte, Caramel Macchiato, Americano, dan yang lainnya. Ingin bersantai dengan kopi yang ringan, saya kemudian memesan cappuccino panas.

La Marzocco Linea Mini Yellow
Mesin espresso La Marzocco Linea Mini berwarna kuning yang mungil. (Ranselatte/Lastboy Tahara S)

Lalu untuk teman ngopi, saya memesan sepotong Honey Toast. Hanya menunggu sekitar 10 menit, secangkir cappucino dan sepotong honey toast telah tersaji. Saat menyesap cappucino, busa susu yang tebal di permukaan membuat sensasi ngopi menjadi menyenangkan. Rasa kopinya pun enak, sedikit pekat dan milky setelahnya.

Cappuccino Panas
Secangkir cappuccino panas untuk hilangkan penat. (Ranselatte/Lastboy Tahara S)

Sedangkan untuk honey toast, aromanya yang harum dan manis begitu menggiurkan. Ini karena roti dihangatkan dahulu dengan oven sebelum disajikan. Uap dari roti dan madu yang masih panas inilah yang memunculkan aroma manis.

Honey Toast dari Collita Cafe
Satu porsi Honey Toast hangat yang beraroma manis. (Ranselatte/Lastboy Tahara S)

Ketika digigit bagian luarnya cukup renyah. Rasanya juga enak, gurih tapi cenderung legit karena madu. Sungguh pengalaman yang manis di Collita Cafe sore ini, ditemani secangkir cappuccino panas dan sepotong honey toast lezat. Saya akan berkunjung lagi bila ada kesempatan.

Sembari menyesap cappucino, pandangan saya tertuju pada suasana jalan di luar yang mulai padat. Menjelang sore, segala jenis kendaraan mulai berdesakan. Maklum, kondisi di kawasan ini akan semakin padat saat mendekati jam pulang kantor atau sekitar 17.00 WIB.

Saya rasa hadirnya Collita Cafe bagai oase di tengah hiruk pikuk kawasan Palmerah Barat. Sebab di kawasan ini sangat jarang ditemui kafe yang cukup nyaman. Ah, untung saja kantor teman saya tidak jauh dari ini. Sehingga saya tidak perlu menembus macet untuk menemuinya kembali.

Tertarik untuk berkunjung ke Collita? Kafe ini terletak di Jl. Palmerah Barat No.41, RT.1/RW.2, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat (Maps). Buka setiap hari Senin hingga Jumat dari jam 08.00 WIB – 21.30 WIB dan Sabtu dari jam 09.00 WIB – 20.00 WIB.

Salam, Ranselatte. Jalan-jalan kita ngopi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *