Saat sedang nongkrong, terkadang saya memesan kopi Vietnam untuk teman ngobrol. Karakter rasanya yang strong dan tinggi kafein, membuat hari-hari terasa lebih bersemangat. Selain itu saya sangat suka dengan proses penyeduhannya yang lambat. Melihat kopi menetes secara perlahan dari filter ke dalam cangkir membuat pengalaman ngopi terasa menyenangkan.

Dari pengalaman itu saya kemudian tertarik untuk mengenal kopi Vietnam lebih jauh. Mulai dari awal mula kopi ini bisa populer hingga cara menyeduhnya. Sebab, sesekali saya juga ingin menikmati kopi favorit di rumah, tanpa harus beli atau pergi ke kedai kopi. Namun sebelum berbicara lebih jauh, mari kita mengenal dahulu sejarah kopi di Vietnam.

Sejarah Kopi di Vietnam

Vietnam merupakan negara penghasil kopi terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Kopi diperkenalkan ke Vietnam oleh Prancis pada 1857. Namun awal mula kopi bisa berkembang pesat di negara asalnya adalah saat masa akhir Perang Vietnam pada 1975.

Untuk memperbaiki perekonomian paska perang, pemerintah mencoba menggenjot pemasukan dari industri kopi. Usaha tersebut ternyata berhasil dan industri kopi sukses besar. Berdasarkan laporan BBC, produksi kopi naik 20% hingga 30% setiap tahun pada 1990-an. Hal ini kemudian berdampak positif pada perekonomian Vietnam.

Pada 1994 sekitar 60% orang Vietnam hidup di bawah garis kemiskinan, sekarang kurang dari 10%. Seiring dengan meningkatnya produksi biji kopi, kebiasaan masyarakat pun ikut berubah. Dari yang dulunya memiliki kebiasaan minum teh, kemudian juga suka ngopi.

Di Vietnam Anda akan sering melihat orang menikmati kopi, ntah itu di pinggir jalan atau kafe. Kebiasaan ngopi ini bisa Anda lihat di YouTube. Ada banyak konten yang menampilkan Vietnam Street Coffee atau kopi di Vietnam yang bisa dibeli dan dinikmati di pinggir jalan.

Apa itu Kopi Vietnam?

Sebagian besar kopi di sana disajikan berupa kopi tetes. Namun yang membuat berbeda dengan kopi tetes lainnya adalah alat dan teknik seduhnya. Kopi Vietnam adalah kopi yang diseduh dengan filter stainless steel khas Vietnam bernama cà phê phin atau phin. Alat ini terdiri dari ruang filter, filter press, dan tutup.

Dengan menyeduh menggunakan phin, kopi akan menetes secara perlahan-lahan, kira-kira 4 hingga 5 menit. Orang Vietnam menyukai proses penyeduhan kopi yang lambat ini. Menurut Sahra Nguyen, seorang pengusaha kafe di Vietnam, pengalaman menyeduh kopi yang lambat membuat kita memiliki waktu senggang untuk bersantai atau menikmati momen.

“Because it has a slow drip experience, it offers a moment of leisure. You get to sink in and hang out,” kata Nguyen saat diwawancari oleh Eater.com. “You have one cup [at a time] — it’s always fresh. It really feels like I’m taking a moment for myself,” ungkapnya.

Kopi Vietnam Adalah
Kopi Vietnam adalah kopi khas Vietnam yang diseduh dengan filter stainless steel bernama cà phê phin atau phin. (Pixabay/Rhiannon)

Kopi Vietnam juga dikenal dengan rasanya yang strong dan menggunakan susu kental manis sebagai penyeimbangnya. Rasa kopi yang strong ini karena menggunakan biji kopi robusta. Jenis biji ini memiliki kandungan kafein yang tinggi dan rasa yang lebih pahit dari biji kopi arabika.

Alasan lain mengapa orang Vietnam menggunakan robusta adalah ketersediannya yang melimpah. Produksi biji kopi di Vietnam didominasi jenis robusta, karena jenis ini mudah dirawat dan memiliki hasil panen yang lebih besar. Negara ini bahkan masuk dalam jajaran penyumbang biji kopi robusta terbesar dunia selama bertahun-tahun.

Ilustrasi biji kopi yang telah dipanggang. (Pixabay/pixel2013)

Kemudian yang membuat kopi semakin strong adalah kebiasaan masyarakat lokal yang memanggang kopi pada level dark roast. Hal ini membuat kopi memiliki karakter rasa gosong dan pahit yang hangus. Maka untuk mengimbangi rasa pahit digunakan susu kental manis.

Kebiasaan mencampur kopi dengan susu kental manis ini mengikuti tradisi kuliner orang Prancis. Seperti dikutip dari heavytable.com, pada masa pendudukan Prancis, orang Vietnam mengikuti tradisi kuliner mereka, di antaranya kopi dan yogurt.

Ilustrasi susu kental manis. (Pixabay/TheUjulala)

Sebelum Prancis diusir keluar dari Vietnam pada 1954, orang Vietnam menghabiskan 80 tahun untuk memadukan teknik dan bahan-bahan Prancis ke dalam masakan, mengadopsi apa yang menarik, mengadaptasi apa yang tidak.

Kemudian pada masa itu, saat orang Vietnam ingin mengadaptasi susu pada kuliner mereka, ternyata terkendala pada ketersediaan susu segar. Hal ini karena Vietnam merupakan negara beriklim tropis, yang membuat susu segar susah untuk disimpan. Maka alternatif yang bisa digunakan adalah susu kental manis yang lebih mudah diperoleh dan disimpan.

Kebiasaan itu akhirnya terus berlanjut hingga sekarang dan membuat kopi ini terkenal dengan susu kental manisnya. Baik itu disajikan panas atau dingin, kopi akan datang dengan susu kental manis. Sangat jarang orang datang ke sana dan memesan kopi hitam tanpa gula. Di negara asalnya, kopi panas Vietnam di sebut dengan cà phê sữa nóng dan es kopi Vietnam dengan cà phê sua dá.

Tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah? Berikut cara membuat kopi Vietnam yang saya sarikan dari berbagai sumber.

Cara Membuat Kopi Vietnam

Bahan:

  • 3 sendok makan bubuk kopi robusta (Dark roast dan digiling medium). Jika ingin rasa yang otentik, gunakan bubuk kopi robusta dari Vietnam yang bisa Anda beli di toko online.
  • 1-2 sendok makan susu kental manis.
  • 235 ml air panas dengan suhu tidak mendekati titik didih.

Alat:

  • Vietnamese dripper atau phin 6 ons (Ukuran phin bisa disesuaikan sesuai kebutuhan minum kopi Anda).
  • Cangkir bening (Jika Anda ingin melihat proses penyeduhannnya).

Cara seduh:

  1. Tuang 3 sendok bubuk kopi secara merata dalam filter.
  2. Tuang 1 atau 2 sendok makan susu kental manis dalam cangkir kopi sesuai selera.
  3. Letakkan filter yang telah diisi kopi di atas cangkir.
  4. Tuang dua sendok makan air panas ke dalam saringan dan tunggu selama 30 detik untuk blooming kopi. Blooming adalah bagian dari proses pelepasan karbon dioksida saat kopi bertemu air panas. Proses ini diyakini dapat membuang rasa tidak enak pada kopi.
  5. Letakkan pemberat di atas kopi untuk press kopi. Ini membantu memperlambat laju tetesan kopi setelah Anda menuang semua air panas.
  6. Tuang sisa air panas ke dalam filter secara perlahan-lahan. Tunggu hingga kopi mulai menetes ke gelas.
  7. Menyeduh dengan phin biasanya membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 menit. Gunakan cangkir bening supaya Anda bisa mengawasi proses penyeduhan. Bila tetesannya terlalu cepat, Anda memutar pemberat searah jarum jam sambil sedikit ditekan. Namun bila tetesannya terlalu lambat, ini bisa karena gilingan kopi Anda terlalu halus atau pengaturan press yang terlalu kencang.
  8. Setelah seluruh kopi menetes, Anda bisa mengangkat phin dari cangkir. Lalu aduk kopi dan susu hingga rata.

Cà phê sữa nóng yang baru diseduh memiliki sedikit aroma hazelnut. Saat disesap, rasanya sangat menarik, cukup strong karena berpadu dengan manisnya susu. Kopi ini cocok bagi penikmat kopi yang menginginkan kopi tinggi kafein tapi tidak begitu menyukai rasa biji kopi yang strong.

Jika Anda ingin menyajikannya menjadi es kopi atau cà phê sua dá, cukup tuang kopi yang telah diseduh tadi pada gelas yang penuh es. Lalu kopi sudah siap untuk diseruput. Sangat mudah bukan untuk menyeduh kedua jenis kopi tersebut? Penggunaan alat seduhnya pun tidak rumit, hanya butuh kesabaran saat menunggu kopi selesai menetes.

Kesimpulan akhirnya, sedapnya kopi Vietnam ternyata memiliki sejarah yang panjang. Mulai dari sekadar penghasil biji kopi untuk pemasukan negara hingga menjadi budaya (Minum kopi). Masyarakat setempat menikmati hari-hari mereka dengan menyesap kopi enak dengan susu kental manisnya. Proses penyeduhannya yang khas dan lambat, menjadikan kopi sebagai teman nongkrong yang asyik.

*Baca cerita kopi menarik lainnya dari Ranselatte di sini.

2 thoughts on “Kopi Vietnam, Teman yang Asyik untuk Nongkrong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *