Menurut barista asal Italia, Eduardo Vastolo, penikmat kopi di Indonesia biasanya suka memesan caffe latte di coffee shop dengan sebutan “latte” saja. Padahal di Italia, tempat awal mula caffe latte berasal, kata “latte” artinya adalah susu.

“Di Italia, latte berarti susu. Jadi jika Anda memesan latte, maka Anda akan diberi segelas susu,” ujar Eduardo seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun bila dilihat ke belakang, sejarah caffe latte tidak lepas dari unsur kopi dan susu. Hal ini bermula dari kebiasaan turis Amerika di Italia yang tidak kuat dengan rasa capuccino.

Iustrasi kopi. (Pexels/Chevanon Photography)

Dilansir dari laman Faema.Ca, sejarah caffe latte dimulai dari minuman cappuccino. Di rumah-rumah Italia, cappucino tradisional dibuat dengan mencampurkan susu hangat dan espresso.

Namun para turis Amerika di Italia kurang suka dengan rasa espresso yang kuat. Maka ditambahkanlah lagi susu untuk mengurangi rasanya. Sebutan “latte” dalam menu caffe latte ini sebenarnya mengacu pada susu steam.

Seiring berjalannya waktu, tren meminum caffe latte kemudian merambah ke Eropa, Amerika, hingga akhirnya tersebar ke seluruh dunia. Hanya saja dalam pembuatannya, banyak yang mengikuti cara orang Amerika, yaitu menggunakan susu steam.

Kemudian dari sisi penyajian, caffe latte pada umumnya disajikan panas dalam cangkir di atas piring. Namun di beberapa tempat seperti Eropa, khususnya Skandinavia, caffe latte disajikan dalam mangkuk. Para penduduk lokal menyebut minuman ini dengan café au lait dan biasanya dijadikan sebagai bagian dari menu sarapan di rumah.

Sedangkan dalam pembuatan caffe latte, takaran yang dijadikan pedoman saat ini adalah satu cangkir susu steam, double shot espresso (60 ml), dan foam susu kira-kira setebal 1 cm. Dengan komposisi susu paling banyak, sejak pertama direguk caffe latte akan terasa begitu milky.

Teknik steaming pada susu juga akan membuat karakter foam yang cenderung halus. Untuk menambahkan nilai seni, kini foam digunakan oleh Barista untuk membuat lukisan di permukaan caffe latte. Seni ini biasa disebut dengan “latte art”. Semakin rumit dan indah bentuknya, pencinta kopi kadang merasa sayang untuk meminumnya.

2 thoughts on “Mengenal Sejarah Caffe Latte

  1. Salah satu minuman kesukaan saya nih.
    Menikmati hari sambil menyeruput secangkir kopi ditemani pujaan hati
    ahoy!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *