Categories
Cerita Kopi

Mengenal Pour Over, Metode Seduh Kopi yang Eksis sejak 1900-an

Pour over adalah metode penyeduhan kopi paling dasar dan telah digunakan oleh penikmat kopi di Eropa sejak 1900-an. Sekarang, metode ini semakin dikenal berkat gerakan speciality coffee dalam beberapa tahun terakhir. Konsep sederhana pour over ialah menuangkan air panas ke bubuk kopi yang telah dialasi filter. Kopi yang terekstraksi akan menetes secara perlahan-lahan ke dalam server.

Sejarah Singkat Pour Over

Selama berabad-abad, orang di seluruh dunia telah menikmati kopi dengan metode seduh yang beragam. Namun sebelum awal 1900-an, banyak pembuat kopi yang masih menyeduh kopi dengan meninggalkan ampas. Meskipun tersedia filter kain/linen, tapi masih sulit untuk dibersihkan dan dirawat. Hingga akhirnya, seorang wanita Jerman bernama Melitta Bentz menemukan filter kertas pada 1908.

Kopi filter pertama Melitta pada 1908 (Foto: Wikimedia Commons/melitta-group.com)

Kisah penemuan ini berawal saat Bentz merasa tidak puas dengan rasa kopi yang ia minum dan masih meninggalkan ampas. Dinukil dari laman roastycoffee, Bentz lalu menggunakan kertas minyak dari buku sekolah putranya untuk menyeduh kopi – dan berhasil. Karena banyak metode pembuatan kopi yang mengandalkan filter dari beberapa jenis, dia membantu dalam inovasi metode pour over melalui kreasi filter kertasnya. Pada Juni 1908, ia kemudian mengajukan paten untuk filter kertas dan perusahaan Melitta didirikan.

Alasan Menyeduh Kopi dengan Pour Over

metode pour over
Ilustrasi metode pour over (Pexels/Karl Fredrickson)

Metode pour over disukai karena memungkinkan Anda untuk mengontrol proses ekstraksi rasa pada kopi. Meski proses penyeduhannya cukup lama (sekitar 3 hingga 4 menit), Anda akan memperoleh kopi dengan karakter rasa yang lebih kompleks, ringan (light body), dan jernih. Hal ini juga menjadikan pour over populer untuk menyeduh kopi single origin, supaya dapat memunculkan aroma dan cita rasa yang khas.

Peralatan yang Dibutuhkan

Untuk menyeduh dengan pour over, Anda membutuhkan beberapa alat khusus. Meskipun ada banyak variasi, tidak perlu semuanya harus dimiliki. Cukup dengan peralatan dasar dan filter, Anda sudah bisa menyeduh kopi dengan pour over secara mandiri. Sekarang, mari kita lihat peralatan dasar untuk pour over yang dinukil dari laman pefectdailygrind.

Alat Seduh

Ada banyak alat seduh kopi yang tergolong dalam metode pour over. Beberapa yang menjadi primadona adalah V60, Kalita Wave, dan Melitta. Ketiganya diletakkan di atas server atau cangkir. Keuntungan menggunakan salah satu dari peralatan tersebut adalah mudah didapatkan, mudah digunakan, dan memiliki filter yang dibuat khusus untuk desainnya.

Filter

Terkadang kita dipusingkan dengan pemilihan filter terbaik untuk pour over. Misalnya, apakah filter menggunakan kertas atau kain? Diputihkan atau tidak dikelantang? Semuanya tergantung dengan perangkat yang Anda gunakan. Filter khusus dirancang agar sesuai dengan perangkat yang berbeda dan memungkinkan ekstraksi yang efisien.

Sementara dari sisi bahan, ada beberapa orang yang mengklaim bahwa filter kertas dapat menciptakan rasa kertas yang tidak diinginkan. Solusinya, Anda bisa membilasnya terlebih dahulu sebelum digunakan. Sedangkan untuk filter kain lebih disukai karena tidak memengaruhi rasa dan lebih ramah lingkungan.

Anda bebas memilih filter spesifik mana yang akan digunakan, tetapi pastikan filter tersebut sesuai dengan alat seduh Anda. Kertas atau kain yang dilipat akan menghalangi aliran air dan memerangkap bubuk kopi, yang akan membuat ekstraksi Anda kurang konsisten.

Timbangan

Bagi sebagian orang, alat timbangan tidak begitu penting dalam menyeduh kopi. Namun, jika Anda ingin membuat kopi yang baik secara konsisten, itu penting. Timbangan dapat membantu Anda untuk mengukuran takaran kopi dan air dengan tepat.

Ketel

Saat di kedai kopi, kadang kita bisa melihat barista menyeduh kopi secara langsung. Ketika mereka menyeduh dengan pour over, mereka akan menuang air panas dari ketel khusus atau disebut dengan gooseneck kettle. Ukurannya lebih kecil dari ketel teh pada umumnya dan memiliki leher panjang melengkung dengan cerat yang tipis.

Seperti banyak hal dalam speciality coffee, konsistensi adalah hal yang penting. Ketel yang dibuat khusus ini bertujuan untuk menjaga air pada suhu yang stabil. Ini membantu Anda membuat ekstraksi yang konsisten. Dan leher angsa yang panjang dan tipis itu berfungsi untuk mengontrol aliran air.

Meski hanya dibutuhkan 3 alat utama, metode pour over memerlukan proses yang jeli agar seduhan kopi yang disajikan berkualitas dan nikmat. Lalu, bagaimana cara menyeduhnya? Berapa rasio yang digunakan? Tunggu post selanjutnya ya!

Sumber: perfectdailygrind.com, roastycoffee.com

By Ranselatte

Jalan-jalan kita ngopi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *