Categories
Cerita Kopi

Sehatkah Es Kopi Susu dengan Gula Aren?

Akhir-akhir ini banyak coffee shop menawarkan menu es kopi susu dengan tambahan pemanis gula aren. Sebagian penikmat kopi menyukainya karena campuran gula aren dapat membuat es kopi susu beraroma wangi dan terasa manis yang khas.

Hal ini berbeda dengan es kopi susu yang menggunakan gula putih, yang sekadar memunculkan rasa manis. Ini karena keduanya terbuat dari bahan baku yang berbeda. Gula putih terbuat dari sari tebu, sedangkan gula aren terbuat dari nira (cairan dari batang atau getah bunga) pohon enau.

Categories
Cerita Kopi

Mengenal Sejarah Caffe Latte

Caffe Latte merupakan salah satu minuman kopi yang populer. Rasanya yang tidak terlalu strong dan milky, membuat kopi ini bisa dinikmati siapa saja. Namun bagi sebagian orang, kopi yang enak adalah tanpa campuran apa pun. Hitam dan memiliki rasa pahit yang khas. Lalu mengapa caffe latte bisa populer? Bagaimana sejarahnya?

Asal Usul Istilah Caffe Latte

Dikutip dari laman Faema.ca, istilah caffe latte pertama kali digunakan oleh penulis esai William Dean Howell dalam tulisannya “Italian Journeys” pada 1867. Ia diberi kredit karena menciptakan dan membawa istilah caffè latte ke publik.

Sebuah seni melukis kopi atau latte art. (Pexels/Chevanon Photography)

Ada pula cerita yang mengatakan bahwa istilah caffe latte berawal dari cappuccino yang dibuat khusus untuk turis Amerika di Italia. Ini karena dulu orang Italia membuat cappucino tradisional dengan mencampurkan susu hangat (bukan steam) dan espresso.

Sementara itu para turis Amerika kurang suka dengan rasa espresso yang strong. Maka ditambahkan lagi susu supaya rasanya lebih ringan. Sebutan “latte” pada caffe latte sebenarnya mengacu pada susu steam.

Latte dibuat untuk memunculkan busa yang lezat dan creamy. Ini juga untuk membantu melembutkan rasa espresso yang kuat.

Seiring berjalannya waktu, tren meminum caffe latte kemudian merambah ke Eropa, Amerika, hingga akhirnya tersebar ke seluruh dunia. Hanya saja dalam pembuatannya, banyak yang mengikuti cara orang Amerika, yaitu menggunakan susu steam.

Kemudian dari sisi penyajian, caffe latte pada umumnya disajikan panas dalam cangkir di atas piring. Namun di beberapa tempat seperti Eropa, khususnya Skandinavia, caffe latte disajikan dalam mangkuk. Para penduduk lokal menyebut minuman ini dengan café au lait dan biasanya dijadikan sebagai bagian dari menu sarapan di rumah.

Sedangkan dalam pembuatan caffe latte, takaran yang dijadikan pedoman saat ini adalah satu cangkir susu steam, double shot espresso (60 ml), dan foam susu kira-kira setebal 1 cm. Dengan komposisi susu paling banyak, sejak pertama direguk caffe latte akan terasa begitu milky.

Teknik steaming pada susu juga akan membuat karakter foam yang cenderung lembut. Untuk menambahkan nilai seni, kini foam digunakan oleh Barista untuk membuat lukisan di permukaan caffe latte.

Seni melukis kopi ini biasa disebut dengan “latte art”. Semakin rumit dan indah bentuknya, pencinta kopi kadang merasa ‘sayang’ untuk meminumnya.

Categories
Jakarta Jakarta Pusat Mampir Ngopi

Ngopi Sambil Menikmati Udara Sejuk di Arborea Cafe

Di balik hiruk pikuk Jakarta, ternyata ada coffee shop adem yang dikelilingi pohon-pohon rimbun menjulang. Namanya Arborea Cafe, berada di tengah-tengah Arboretum Ir Lukito Daryadi Manggala Wanabakti.

Arborea Cafe sebenarnya sudah populer di media sosial sejak 2018 karena tempatnya yang Instagramable. Dengan menawarkan desain bangunan yang minimalis dan terbuat dari kayu, coffee shop ini terlihat menyatu dengan suasana pepohonan hijau di sekelilingnya.